Retinoblastoma, Kanker Pada Retina Mata
by Slutena | Obat Mata | Obat Kanker (Notes) on Monday, 20 June 2011 at 09:16

Retinoblastoma adalah kanker pada retina (daerah dibelakang mata yang peka terhadap cahaya) yang menyerang anak berumur kurang dari 5 tahun. Sekitar 2% dari kanker pada masa kanak-kanak adalah retinoblastoma.
Penyebab Retinoblastoma
Penyebabnya adalah tidak terdapatnya gen penekan tumor, yang sifatnya cenderung diturunkan. Sekitar 100% penderita retinablastoma memiliki saudara yang juga menderita retinoblastoma dan mendapatkan gennya dari orang tua mereka.
Kanker bisa menyerang salah satu maupun kedua mata, dan juga kanker bisa menyebar ke kantung mata dan ke otak ( melalui saraf penglihatan/nervus optikus.
Gejala Retinoblastoma
Gejalanya dapat berupa :
- Pupil berwarna putih
- Mata juling ( Strabismus )
- Mata merah dan Nyeri
- Gangguang penglihatan
- Iris pada kedua mata memiliki warna yang berlainan
- Bisa terjadi kebutaa
Diagnosa Retinoblastoma
Pemeriksaan yang biasa dilakukan :
- Pemeriksaan mata dalam keadaan pupil melebar
- CT Scan kepala
- USG Mata ( ekoensefalogram kepala dan mata )
- Pemeriksaan cairan cerebrospinal
- Pemeriksaan sumsum tulang
Pengobatan Retinoblastoma
Pengobatan tergantung kepada ukuran dan lokasi tumor. Tumor yang kecil bisa diobati dengan bedah laser. Terapi penyinaran dan kemoterapi digunakan pada tumor yang telah menyebar keluar mata.
Jika kanker tidak memberikan respon terhadap pengobatan, mungkin perlu diangkat.Jika kanker hanya menyerang satu mata mak keseluruhan bola mata diangkat bersamaan dengan sebagian nervus optikus.
Jika kanker menyerang kedua mata, digunakan teknik bedah mikro khusus untuk mengangkat atau menghancurkan tumor, sehingga kedua mata tidak harus diangkat. Atau salah mata diangkat dan pada mata yang lainnya dilakukan terapi penyinaran atau bedah mikro ( untuk mengendalikan tumor ).
Pemeriksaan mata dilakukan setiap 2-4 bulan, Jika kanker kembali kambuh, kemoterapi bisa diulang.
Pencegahan Retinoblastoma
Jika dalam keluarga terdapat riwayat retinoblastoma, sebaiknya mengikuti konsultasi genetik untuk membantu meramalkan resiko terjadinya retinoblastoma pada keturunannya.
Sumber : Dokterumum.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar