Selasa, 02 Juli 2013

APA ITU DISPRAKSIA WICARA




Apa itu Dispraksia Wicara ? 

Apa itu Dispraksia Wicara ?
Semakin hari semakin banyak ditemukan gangguan bicara pada anak. Salah satunya dispraksia.
Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5-10% pada anak sekolah.
Gangguan bicara
Kemampuan motorik dan kognisi berkembang sesuai tingkat usia anak, demikian juga perolehan bahasa bertambah melalui proses perkembangan mulai dari bahasa pertama, usia pra sekolah dan usia sekolah di mana bahasa berperan sangat penting dalam pencapaian akademik anak.
Perkembangan bahasa, pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akan berkembang sangat aktif dan pesat. Keterlambatan bahasa pada periode ini, dapat menimbulkan berbagai masalah dalam proses belajar di usia sekolah kelak. Anak yang mengalami keterlambatan bicara dan bahasa berisiko mengalami kesulitan belajar, kesulitan membaca dan menulis dan akan menyebabkan pencapaian akademik yang kurang secara menyeluruh. Dan ini dapat berlanjut sampai usia dewasa muda. Ketika dewasa, pencapaian akademik yang rendah akibat keterlambatan bicara dan bahasa, menyebabkan munculnya masalah perilaku dan penyesuaian psikososial.
Mengingat dampak yang timbul akibat keterlambatan bahasa pada anak usia pra sekolah maka sangatlah penting untuk mengoptimalkan proses perkembangan bahasa pada periode ini. Deteksi dini keterlambatan dan gangguan bicara usia prasekolah adalah tindakan yang terpenting untuk menilai tingkat perkembangan bahasa anak, sehingga dapat meminimalkan kesulitan dalam proses belajar anak saat masuk usia sekolah.
Beberapa ahli menyimpulkan perkembangan bicara dan bahasa dapat dipakai sebagai indikator perkembangan anak secara keseluruhan, termasuk kemampuan kognisi dan keberhasilan proses belajar di sekolah.
Salah satu masalah wicara adalah dispraksia. Di Inggris misalnya, diperkirakan 1 dari 20 anak usia sekolah menderita sindrom yang mempengaruhi pengorganisasian motor dan keterampilan bahasa. Hampir sebanyak 25% diketahui sebagai anak dispraksia ketika masuk sekolah.
Dari hasil penelitian dari Yayasan Dispraksia di Inggris, dihasilkan data sebagai berikut:
  • Para orang tua mengetahui ada sesuatu yang salah dengan anaknya
  • Hanya 9,4% guru dan 1,8% dokter keluarga yang mengenal dan menetapkan diagnosa dispraksia.
Anak-anak dengan diagnosa dispraksia biasanya banyak ditemukan pada anak-anak autis, disleksia dan/atau ADHD.


Apa itu dispraksia ?
Suatu kerusakan berbasis neurologis yang mempengaruhi kemampuan pemrograman dan produksi wicara tanpa adanya gangguan fungsi neuromuskular. Dasar kesulitannya terjadi pada pelaksanaan dan koordinasi mekanisme wicara yang selanjutnya menjadikan kegagalan dalam pembelajaran pengujaran.
Apraksia dikelompokkan menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan tipe penampilannya;
  • DVD (Developmental Verbal Dyspraxia); anak mengalami kesulitan untuk membuat atau memproduksi suara atau kesulitan memproduksi suara menjadi kata.
  • OD (Oral Dyspraxia) pada kasus anak, ketidakmampuan melakukan gerakan mulut. Misalnya ketika diminta untuk angkat lidah, anak tidak dapat meresponnya. Tapi jika tidak disengaja anak dapat melakukannya.
  • MD (Motor Dyspraxia)
Kegagalan komunikasi lisan pada anak autisme merupakan bentuk dispraksia wicara perkembangan, yang memerlukan pendekatan terapi wicara. Dan sebagai terapis wicara harus mempertimbangkan isi dan bentuk bahasa sebagai dasar penyusunan program terapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar