Cegah Kanker Serviks Sebelum Terlambat (sumber AntaraNews.Com)
Kanker serviks atau kanker leher rahim yang menyerang kaum perempuan
dapat dicegah dengan tata laksana yang tepat, kata dokter spesialis
kandungan dari Divisi Obstetri Ginekologi Sosial FKUI-RSCM, dr. Arietta
Pusponegoro, SpOG.
Ia menjelaskan, tindakan yang harus
dilakukan oleh kaum perempuan untuk mencegah kanker serviks adalah
imunisasi Human papilloma virus (HPV).
"Ini merupakan tindakan pencegahan awal yang dapat dilakukan perempuan,
terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual,"
ujar dia usai menjadi pembicara pada seminar kesehatan di gedung
Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat.
Selain vaksinasi,
papsmear bisa menjadi pilihan untuk deteksi dini kanker serviks,
khususnya untuk kaum perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual.
Papsmear adalah pengambilan sampel cairan dari mulut rahim, yang akan
mendeteksi bila ada epitel yang tidak normal pada mulut rahim.
"Ini menjadi penting, karena HPV akan berkembang menjadi kanker serviks,
dari mulai lesi pra-kanker sampai pada kanker serviks dapat memakan
waktu hingga tiga sampai 20 tahun," ungkap Arietta.
Lebih
lanjut ia menjelaskan, delapan dari sepuluh perempuan yang terkena virus
Human papilloma dapat sembuh karena ketahanan tubuhnya sendiri,
sehingga virus tersebut menyusut dengan sendirinya.
"Ingat,
kanker serviks dapat terjadi pada semua perempuan yang pernah melakukan
hubungan seksual. Risiko tertinggi terjadi pada mereka yang melakukan
hubungan seks sebelum usia 20 tahun, berganti-ganti pasangan, serta
merokok," papar Arietta.
"Ini merupakan tindakan pencegahan awal yang dapat dilakukan perempuan, terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual," ujar dia usai menjadi pembicara pada seminar kesehatan di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat.
Selain vaksinasi, papsmear bisa menjadi pilihan untuk deteksi dini kanker serviks, khususnya untuk kaum perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual.
Papsmear adalah pengambilan sampel cairan dari mulut rahim, yang akan mendeteksi bila ada epitel yang tidak normal pada mulut rahim.
"Ini menjadi penting, karena HPV akan berkembang menjadi kanker serviks, dari mulai lesi pra-kanker sampai pada kanker serviks dapat memakan waktu hingga tiga sampai 20 tahun," ungkap Arietta.
Lebih lanjut ia menjelaskan, delapan dari sepuluh perempuan yang terkena virus Human papilloma dapat sembuh karena ketahanan tubuhnya sendiri, sehingga virus tersebut menyusut dengan sendirinya.
"Ingat, kanker serviks dapat terjadi pada semua perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual. Risiko tertinggi terjadi pada mereka yang melakukan hubungan seks sebelum usia 20 tahun, berganti-ganti pasangan, serta merokok," papar Arietta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar