Ketika
saya presentasi home meeting di daerah Ciputat Tangerang beberapa hari
yang lalu ada seorang ibu yang bertanya. Sebenarnya pertanyaan dia bukan
karena tidak paham. Tapi karena ragu-ragu dengan isi presentasi saya
tentang khasiat S Lutena.
“Jadi S Lutena itu obat penyakit apa
sih, kok seperti obat dewa saja?” Tanya ibu itu dengan serius menyela
presentasi saya. “Obat semua penyakit bu”, jawab saya dengan santai.
“Lho, itu nggak masuk akal. Logikanya bagaimana itu? Dokter saja
membutuhkan beberapa obat untuk satu penyakit, ini kok satu obat untuk
semua penyakit.”
Nampaknya ibu kita ini cukup kritis. Dia lalu
menyebutkan produk-produk herbal dari MLM lain yang mengklaim bisa
mengobati semua penyakit, “ternyata itu hanya bualan saja”, kata ibu
tadi. Lalu dia minta saya membandingkan dengan suplemen dari MLM lain.
Sebutlah MLM “X”. “Pak, bedanya dengan herbal dari MLM “X” apa?” “Waduh,
maaf bu, saya tidak tahu produk orang lain. Tapi saya tahu banyak
produk saya ini (S Lutena)”, jawab saya sambil tersenyum. “Tapi masak
bisa menyembuhkan semua penyakit.”
“Baik, sekarang ibu sebutkan penyakit
apa saja silahkan. Nanti saya akan sebutkan testimoninya
(kesaksiannya)”. Jawab saya menantang. Lalu ibu itu menyebutkan beberapa
penyakit yang kebetulan diderita oleh keluarganya, di antaranya adalah
kanker dan diabetes. Dan saya balas dengan cerita beberapa testimoni /
kesaksian yang telah mengkonsumsi S Lutena.
“Bapak kan tadi bilang, ini
hanya buah, sayur, dan minyak ikan (DHA), lalu apa hubungannya dengan
diabetes?” Tanya ibu itu dengan sangat kritisnya. “Ibu, saya mohon maaf,
saya tidak memiliki latar belakang medis. Jadi saya tidak bisa menjawab
secara detail. Tapi saya bisa menjelaskan mengapa S Lutena bisa
menyembuhkan penyakit diabetes secara permanen.” Ibu itu tidak bereaksi
dengan jawaban saya.
“Bu, saya mau tanya, kalau orang yang kena
diabetes, gula darahnya tinggi lalu pergi ke dokter, kira-kira dia
dikasih obat apa?” “Biasanya dokter kasih obat untuk menormalkan kadar
gula.” Kata ibu itu. “Itu obat herbal atau kimia bu?” “Kalau dokter,
tentu saja obatnya kimia pak?” “Nah, pernahkah ada orang yang kena
diabet, lalu konsumsi obat kimia dan sembuh?” Ibu itu diam.
“Pernahkah
ada orang yang sakit diabetes, lalu disuntik insulin, dan dia bisa
sembuh, sehingga dia bebas dari suntikan insulin berikutnya?” Ibu itu
masih diam. “Ibu, mohon maaf, setahu saya, belum ada orang yang sakit
diabetes, lalu konsumsi obat kimia, dan bisa sembuh. Silahkan ibu cari.”
Ibu itu diam. “Ibu, tapi saya bukan berarti anti dokter lho.
Karena
sejak menjalankan bisnis produk kesehatan, kawan-kawan saya banyak dari
kalangan dokter. Bahkan dokter spesialis penyakit dalam.” Suasana
sedikit tenang dan saya manfaatkan untuk membuka foto-foto penderita
diabetes yang dimuat di buku presentasi XLER8 berwarna biru. Lalu saya
perlihatkan foto-foto mereka sebelum dan setelah konsumsi S Lutena.
“Tapi setelah minum obat dokter dia akan sembuh pak.” Kata ibu itu
membantah pendapat saya. “Sembuh untuk sementara.”
Kata saya. Lalu saya
lanjutkan: “Setelah minum obat kimia kadar gulanya akan normal, lalu
orang bilang diabetnya telah sembuh. Padahal belum. Buktinya ketika dia
salah makan atau sembarang makan, diabetnya kambuh lagi. Lalu dia minum
obat lagi, dan gulanya normal lagi. Demikian seterusnya hingga mati
(meninggal). Jadi seumur hidupnya akan tergantung dengan obat.” Ibu itu
diam tanpa komentar. Lalu saya pancing dengan pertanyaan pendek:
“Bagaimana bu?” “Memang itu yang terjadi pada ibu saya pak.
Gara-gara
terus-terusan konsumsi obat dan disuntik insulin setiap hari akhirnya
ginjalnya rusak.” “Terus sekarang keadaannya bagaimana?” “Beliau telah
meninggal 1 tahun yang lalu” Jawab ibu itu dengan haru. Lalu saya
jelaskan 2 hal yang dimiliki obat herbal, tetapi tidak dimiliki obat
kimia. Yaitu fungsi detoksifikasi, dan fungsi regenerasi sel.
Obat
herbal (suplemen) ketika dikonsumsi akan berfungsi mengeluarkan racun
dari tubuh. Itulah proses detoksifikasi. Sebaliknya obat kimia ketika
dikonsumsi hakekatnya kita tengah memasukkan zat kimiawi ke dalam tubuh.
Itulah mengapa obat kimia akan menimbulkan efek samping.
Karena sembuh
di satu organ tubuh, tetapi rusak di organ yang lain. Dan itulah kenapa
orang yang konsumsi obat kimia terus-menerus pada akhirnya menderita
sakit ginjal, sehingga harus cuci darah sampai ajal menjemput. Fungsi
kedua adalah fungsi regenerasi sel. Pada obat kimia, fungsi ini tidak
ada. Bahkan pada obat-obat tertentu, justru berefek mematikan sel-sel
tubuh.
Contohnya adalah obat kemo terapi untuk penderita penyaki kanker.
Karena tidak ada fungsi regenerasi sel pada obat kimia, maka yang
timbul adalah ketergantungan obat. Penderita harus konsumsi obat terus
menerus hingga meninggal dunia. Maka jangan heran kalau orang yang sakit
ginjal sehingga harus cuci darah itu baru sembuh setelah meninggal
dunia.
Bagaimana akan sembuh kalau ginjalnya yang rusak tidak
diperbaiki?
Lha wong yag diminum obat kimia terus ……. Jadi tidak mungkin
akan ada regenerasi sel pada ginjalnya yang sudah tidak normal itu.
Nah, pada obat herbal, fungsi ini ada. Itulah mengapa orang yang sakit
diabetes bisa sembuh secara permanen setelah rutin minum herbal S
Lutena.
Alasannya adalah: S Lutena memperbaiki sel pankreas. Setiap
konsumsi S Lutena, maka terjadi proses perbaikan sel-sel pankreas yang
sudah tidak normal, bahkan sudah tidak berfungsi. Setelah pankreas
normal dan berfungsi kembali, maka pankreas bisa memproduksi insulin.
Jadi tidak perlu dilakukan suntik insulin lagi. Fungsi insulin dalam
tubuh adalah untuk mengolah zat gula (Glukosa) sebagai bahan pembentukan
kalori dan menyimpannya dalam bentuk Glikogen. “Ngapain harus disuntik
insulin kalau tubuhnya sudah bisa memproduksi insulin secara alamiah.”
Kata saya mengakhiri keheningan. “Ibu, mohon maaf, setahu saya, belum
ada orang yang sakit diabetes, lalu konsumsi obat kimia, dan bisa
sembuh. Silahkan ibu cari.” Ibu itu diam.Nah, pada obat herbal, fungsi
ini ada.

Informasi yang sangat menarik sekali dan bisa mencerahkan
BalasHapusMasa Persiapan Pensiun Training Persiapan Pensiun Pelatihan Persiapan Pensiun Seminar Persiapan Pensiun Konsultan Pensiun Usaha Persiapan Pensiun Program Persiapan Pensiun